Sabtu, 08 Juni 2013

MAHASISWA FITK IAIN SU ADAKAN SEMINAR PERSENTASI PENELITIAN DAN TES MESIN KECERDASAN BERSAMA STIFIN


Dinamika News. Selasa (28/5) Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN SU mengadakan seminar persentasi penelitian psikologi dan Tes Mesin Kecerdasan yang bertema “Kenali Potensimu dengan Sidik Jari” bersama STIFIn. Seminar yang dimulai dari jam 08.30 s/d 12.00 WIB ini digelar di Aula lantai II IAIN SU dan dihadiri oleh beberapa dosen psikologi di FTKI IAIN SU yaitu Dr. Nevi Damayanti, M.Psi., Rina Mirza, M.Psi., Haidir, M. Pd., Nur Sakinah, M. Psi., Tarmizi Situmorang, M.Pd. selain itu acara ini juga dihadari oleh Kepala Laboratorium BKI IAIN SU, RRI Pro 2 FM dan undangan lainnya.
Dr. Mardianto, M. Pd selaku Wakil Dekan Bidang Akademik I FITK dan juga Dosen Psikologi Pendidikan di FITK mengatakan bahwa seminar ini diikuti dan dipanitiai oleh delapan kelas yang mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan seperti PAI, PMM, MPI dan lainnya. “Acara ini dilakukan untuk wadah mahasiswa yang ingin mempersentasikan hasil penelitiannya dan juga untuk menambah wawasan mahasiswa calon guru agar dapat mengenali potensi peserta didik,” tambahnya.
Selain diikuti dan dipanitiai oleh delapan kelas di FITK, seminar ini juga dibuka untuk umum  dengan biaya kontribusi sebesar RP. 2500,-.  “1000 orang lebih yang mengikuti acara ini, kata panitia” tambah Dr. Mardianto, M. Pd.
Rina Mirza, M.Psi saat dimintai menanggapi seminar persentasi penelitian mini yang dilakukan mahasiswa FITK IAIN SU mengatakan bahwa acara ini bukanlah ajang untuk mengetahui siapa yang menang atau dinilai dari hasil akhirnya, namun seminar ini membuktikan bahwa mahasiswa FITK melakukan penelitian dan sebagai ajang kreativitas serta menjadikan mahasiswa agar berani tampil di depan umum.
Dalam seminar Tes Mesin Kecerdasan yang bertema “Kenali Potensimu dengan Sidik Jari” bersama STIFIn, Muhammad Husein sebagai pemateri menyatakan dan mengajak kita untuk mengenali potensi sejak dini agar kita tak salah kelak dalam menjalani, maka dianjurkan untuk mendengarkan suara hati nurani sendiri.
Muhammad Zulham Hidayah S sebagai ketua panitia acara yang juga mahasiswa FITK jurusan PAI-1/ IV mengatakan harapan dalam sambutannya “Semoga dengan diadakannya seminar ini kita dapat mengenali potensi dan menjadi mahasiswa yang berguna bagi nusa dan bangsa.”
“Menarik! Penuh dengan pengetahuan baru. Subhanallah deh...” ungkap Eka Fitriani salah satu peserta dan juga mahasiswa FITK jurusan PAI-2/ IV.
Dr. Mardianto, M. Pd menambahkan bahwa seminar ini sukses luar biasa dan beliau juga berharap dengan diadakannya acara seminar ini mahasiswa menjadi bertambah wawasannya dan terbiasa dengan penelitian walaupun itu kecil namun berguna.

Sabtu, 18 Mei 2013

RAPUH


Dibalik keceriaan ku kurasa ada sebuah rahasia
aku ingin membongkarnya
aku ingin mengetahuinya

aku adalah aku
yang selalu sendiri dalam mengharungi sepak terjang serta kejamnya dunia
aku lelah
aku lemas
aku bingung kemana arah jalan tujuan

full hari kuleawati tanpa perasaan sedikit pun

entah lah bagaimana catatan hidupku selama di bulan ini
bulan november yang sudah kucoret dengan perasaan galau enggan serta malas
aku sadar dan tak sadar
kenapa ?
aku juga tak tau
tanyakanlah pada ranting yang jatuh
karena segitu lah rapuh nya aku pada saat ini

Rabu, 15 Mei 2013

STRUKTUR KEPRIBADIAN MANUSIA "RUH"


Pengertian ruh
Dalam bahasa Arab kalimat ruh mempunyai banyak arti. Di samping kata روح (ruh) ada kata  ريح(rih) yang berarti angin dan روح (rawh)  yang berarti rahmat. Ruh dalam bahasa Arab disebut jiwa, nyawa, nafas, wahyu, perintah dan rahmat. Jika dalam bahasa Indonesia kata rohani digunakan untuk menyebut lawan dari dimensi jasmani, maka dalam bahasa Arab kalimat  )رحانيون-روحانىruhaniyun-ruhani) digunakan untuk menyebut semua jenis makhluk halus yang tidak berjasad, seperti malaikat dan jin.
Kata ruh dalam al-quran disebutkan sebanyak 24 kali, masing-masing terdapat dalam 19 surah yang tersebar dalam 21 ayat. Dalam tiga ayat ruh berarti pertolongan atau rahmat Allah, 11 ayat berarti Jibril, satu ayat bermakna wahyu atau al-quran, lima ayat lainnya berhubungan dengan aspek atau dimensi psikis manusia. 
Ruh mempunyai dua arti. Pertama, ruh berkaitan dengan tubuh yang erat hubungannya dengan jantung, beredar bersama peredaran darah. Kalau darah sudah tidak beredar dan jantung berhenti berdetak, maka ruh pun hilang. Dalam hal ini ruh dalam bentuk jasmani yang terikat dengan jasad. Kedua, ruh disamakan defenisinya dengan hati yaitu lathifah rubbaniyah ruhaniyan. Dalam hal ini ruh dapat merasakan penderitaan atau kebahagian. Orang Indonesia menyebutnya dengan jiwa.
Ruh menurut al-Ghazali mengandung dua pengertian. Pertama, tubuh halus (jisim lafif), yaitu nyawa. Berjalan dan bergeraknya nyawa pada batin seperti bergeraknya lampu pada sudut-sudut rumah yang digerakkan oleh penggeraknya. Kedua, yang halus dari manusia, yang mengetahui dan merasa.
Menurut al-Raghib al-Asfahaniy, di antara makna ruh adalah nafs (jiwa manusia). Makna di sini adalah dalam arti dimensi atau aspek; adalah bahwa sebagian aspek atau dimensi jiwa manusia adalah ruh. Sedangkan Ibnu Zakaria menjelaskan bahwa kata ruh dan semua kata memiliki kata aslinya terdiri dari huruf ra, waw, ha, mempunyai arti besar, luas, dan asli. Makna itu mengisyaratkan bahwa ruh merupakan sesuatu yang agung, besar, dan mulia, baik dari nilai maupun kedudukannya dalam diri manusia. Dengan adanya ruh dalam diri menyebabkan manusia tersebut makhluk yang istimewa, unik, dan mulia. Inilah yang disebut dengan khalqan akhar (QS. Al-Mu’minun: 14)
Istilah khalqan akhar mengisyaratkan bahwa manusia berbeda dengan makhluk lainnya, seperti  hewan, karena dalam jiwanya terdapat dimensi ruh. Proses perkembangan fisik dan jiwa manusia dalam ayat tersebut sama dengan binatang. Tapi, semenjak datangnya ruh pada manusia, maka manusia tersebut menjadi lain. Karena ia mempunyai ruh.

Perbedaan ruh dengan nafs
Menurut M. Quraish Shihab, bahwa dengan ditiupkannya ruh, maka manusia menjadi makhluk yang istimewa dan unik, yang berbeda dengan makhluk lainnya. Sedangkan nafs juga dimiliki oleh makhluk lain, seperti orang hutan. Dengan kata lain, nafs bukanlah unsur yang menjadikan manusia menjadi unik dan istimewa. (QS. Al-Hijr: 29)
Dalam QS. Al-Mu’minun: 14 dapat dipahami bahwa sejak terjadinya pembuahan antara sperma dengan sel telur, maka kehidupan telah dimulai. Karena ia telah hidup, maka ia memiliki nafs. Sebab setiap yang hidup memiliki nafs atau nyawa.
Segala sesuatu yang hidup diciptakan berasal dari air. Air adalah sumber kehidupan (QS. Al-Anbiya’: 30/ QS. Al-Furqan: 54). Secara biologis air itu (air mani) berkembang melalui beberapa tahapan, yaitu: nuthfah, ‘alaqah, mudghah, izam, dan khalqan akhar. Adanya pertumbuhan dan perkembangan tersebut secara logika cukup membuktikan bahwa kehidupan sudah ada, walaupun pada tahap permulaan. Kehidupan ini tercipta sebagai konsekuensi logis penciptaan fisik manusia. Jadi, dengan diciptakannya fisik manusia, maka dengan sendirinya akan tercipta kehidupannya. Pada tahap ini nafs belum memiliki dimensi ruh, ‘aql, dan qalb. Pada saat ini nafs memiliki kesamaan dengan nafs yang ada pada binatang. Setelah nafs manusia menerima ruh, barulah ia menjadi makhluk yang berbeda dengan binatang.
Namun, dalam perspektif nafs, ruh menjadi faktor penting bagi aktifitas nafs manusia ketika hidup di muka bumi ini, sebab tanpa ruh manusia totalitas tidak dapat lagi berfikir dan merasa.

Datangnya ruh
Nafs telah ada sejak nuthfah dalam konsepsi, sedangkan ruh baru diciptakan setelah nuthfah mencapai kondisi istiwa’. Ruh sebagai kekuatan yang berasal dari Allah yang ditiupkan ke jasad manusia saat berusia 120 hari. Ruh yang dimensinya jauh lebih tinggi dari akal ini sudah ada sebelum manusia dilahirkan dan terus ada setelah manusia meninggal (setelah meninggal maka ruh dipindahkan ke alam baqa, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Allah).
Setelah mengalami perkembangan yang sempurna dan lahir ke dunia, maka nafs yang telah memiliki ruh itu memiliki kesiapan untuk menerima daya sam’u, absar, dan af’idah, yang merupakan sarana-sarana bagi ‘aql dan qalb untuk memperoleh pengertian dan pemahaman.

Hakikat ruh
Struktur ruh memberikan ciri khas dan keunikan tersendiri bagi psikologi Islam. Ruh merupakan substansi psikologis manusia yang menjadi esensi keberadaannya. Ruh membutuhkan jasad untuk aktualisasi diri. Walaupun kita meyakini pada diri kita ada ruh (tak kasatmata/ invisible) seperti halnya kita meyakini raga, akal dan lain-lain. Tapi, sampai saat ini belum ada yang memahami hakikat ruh secara pasti, karena ruh merupakan misteri ilahi bagi sains umumnya dan psikologi khususnya. Dalam al-Quran dalam surah al-Isra’: 85
štRqè=t«ó¡our Ç`tã Çyr9$# ( È@è% ßyr9$# ô`ÏB ̍øBr& În1u !$tBur OçFÏ?ré& z`ÏiB ÉOù=Ïèø9$# žwÎ) WxŠÎ=s% ÇÑÎÈ  
Artinya: dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu Termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".
Ini menjelaskan bahwa ruh merupakan urusan atau hanya dipahami oleh Allah. Manusia sama sekali tidak memahaminya kecuali sedikit.

Karakteristik ruh:
·         Ruh berasal dari Allah, dan bukan berasal dari tanah/ bumi.
·         Ruh adalah unik, tak sama dengan akal budi, jasmani, dan jiwa manusia. Ruh berasal dari Allah itu merupakan sarana pokok untuk munajat kehadirat-Nya.
·         Ruh tetap hidup sekalipun seseorang tidur/ tidak sadar.
·         Ruh dapat menjadi kotor dengan dosa dan noda, dan bersih bila bertaubat/beramal sholeh.
·         Ruh karena sangat lembut dan halusnya mengambil “wujud” serupa dengan “wadah” nya, paralel dengan zat cair, gas, dan cahaya yang “bentuk” nya serupa dengan tempat ia berada.
·         Tasawuf mengikut sertakan seseorang beribadah kepada Allah.
·         Tasawuf melatih untuk menyebut kalimat Allah tidak saja sampai pada taraf kesadaran lahiriah, tapi juga tembus ke dalam alam rohaniah. Kalimat Allah yang termuat dalam ruh itu pada gilirannya dapat membawa ruh itu sendiri ke alam ketuhanan.
Ruh ketika berada dalam tubuh, tidak sama dengan keberadaan air dalam gelas. Bila gelas tersebut pecah, maka air yang di dalamnya akan tumpah.
Ruh bukanlah hal yang demikian. Apabila seseorang manusia meninggal dunia atau apabila tubuh manusia itu hancur, maka ruhnya tetap utuh, tidak kurang suatu apapun. Ruh merupakan rahasia Allah SWT. Ruh tidak dapat diketahui atau dipelajari oleh siapa pun, sekalipun oleh para nabi dan rasul.

Ruh sebagai dimensi spiritual psikis manusia
Aspek jasmaniyah bersifat nyata (berbentuk, berkembang dan lain-lain), sedangkan aspek ruhaniyah bersifat spritual (karena ia merupakan potensi luhur batin manusia). Fungsi ini muncul dari dimensi ruh atau spiritual (sisi jiwa yang memiliki sifat-sifat ilahiyah dan memiliki daya untuk menarik dan mendorong dimensi-dimensi lainnya untuk mewujudkan sifat-sifat Allah dalam dirinya). Ini berarti ruh adalah aspek psikis (jiwa) yang bersifat spiritual dan transendental. Bersifat transendental karena mengatur hubungan manusia yang maha tinggi.
Dimensi psikis manusia yang langsung dari Allah adalah dimensi ruh. Dimensi ruh ini membawa sifat-sifat dan daya-daya yang dimiliki oleh sumbernya, yaitu Allah. Khalifah Allah dapat berarti mewujudkan sifat-sifat Allah secara nyata dalam kehidupannya di bumi untuk mengelola dan memanfaatkan bumi Allah. Tegasnya bahwa dimensi ruh merupakan daya potensialitas internal dan dalam diri manusia yang akan mewujudkan secara aktual sebagai khalifah Allah.

Ruh dipandang dari segi tasawuf
            Jika dilihat dari segi tasawwufnya, ruh adalah tempat, sumber kehidupan, akhlak terpuji, sangat halus, bersih dan bebas dari kekuasaan jiwa. Tetap suci, di dalamnya terkandung sifat-sifat Allah (dalam kapasitas terbatas). Dengan sifat-sifat inilah manusia dapat melakukan tugasnya sebagai khalifah Allah di bumi.

Referensi
Sit, Masganti. “Psikologi Agama”. Medan: Perdana Publishing. 2011
Suprayetno. “Psikologi Pendidikan”. Bandung: Cita Pustaka Media Perintis. 2009

HUBUNGAN AKHLAK DENGAN SAINS MODERN DAN KEADILAN



Hubungan Akhlak dengan Sains Modern
Hubungan akhlak dengan sains modern didasarkan atas kulminasi dari sains-sains tradisional dan modern. Sains modern merupakan bidang ilmu yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu yang dapat digunakan untuk menenangkan segala bidang ilmu pengetahuan. 

Hubungan akhlak dengan keadilan
Akhlak dan berbuat adil sangat erat hubungannya, akhlak yang baik mampu berbuat adil, akhlak buruk terjadi penyimpangan hak dan keadilan. Keduanya saling berhubungan dan tarik menarik, tidak bisa dilepaskan antara satu dengan lainnya. Allah mengingatkan hambanya untuk selalu berbuat kebajikan dan keadilan, karena berbuat keadilan itu mendekatkan diri kepada taqwa. Manusia sebagai khalifah di bumi, wajib menerapkan konsep akhlak dan keadilan dalam kehidupannya sehari-hari. Intinya, dalam setiap tingkah laku dan perbuatan manusia harus mengacu kepada tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Abdullah, M. Yatimin. “Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Quran”. Jakarta: Amzah. 2007

KARAKTERISTIK AJARAN AKHLAK DALAM DUNIA SAINS



Karakteristik akhlaqul karimah adalah suatu karakter yang harus dimiliki oleh seorang muslim dengan berdasarkan Al-Quran dan Hadits dalam berbagai ilmu, kebudayaan, pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, politik pekerjaan, disiplin ilmu dan berbagai macam ilmu khusus.
Jadi, karakateristik ajaran akhlaqul karimah tidak terlepas dari berbagai bidang disiplin ilmu keislaman. Bidang-bidang tersebut sebagai berikut:
1)      Akhlak bidang ilmu dan kebudayaan
Karakteristik ajaran akhlaqul karimah dalam bidang kebudayaan merupakan penjelmaan (manifestasi) akal dan rasa manusia. Ini berarti manusialah yang menciptakan kebudayaan.
Karakteristik dalam ajaran akhlaqul karimah dalam bidang budaya, mengajarkan kepada seorang mukmin yang shaleh atau seorang mukmin yang sungguh-sungguh dalam menjalankan syariat islam untuk melaksanakan kebudayaan dan menggali dari sumber-sumber islam secara kaffah.
Pada surah Al-‘Alaq: 1-5) terdapat kata iqro’ diulang dua kali. Kata tersebut menurut A.Baiquni, berarti membaca dalam arti biasa, menelaah, mengobservasi, membandingkan, mengukur, mendeskripsikan, menganalisis, dan menyimpulkan secara deduktif.
Dari uraian ini maka karakteristik ajaran akhlaqul karimah dalam bidang ilmu dan kebudayaan bersifat terbuka, akomodatif, tetapi juga selektif.
2)      Akhlak bidang sosial
Ilmu sosial adalah ilmu yang berhubungan dengan masyarakat atau lingkungan sekitarnya. Karakteristik ajaran akhlaqul karimah di bidang ini termasuk yang paling menonjol, karena seluruh bidang ajaran akhlaqul karimah dalam bidang sosial ditujuakn untuk mensejahterakan manusia. Namun, secara khusus dalam bidang sosial ini akhlak islam menjunjung tinggi sifat tolong-menolong, saling menasehati, kesetiakawanan, tenggang rasa dan kebersamaan.
3)      Akhlak bidang ekonomi
Karakteristik akhlaqul karimah dalam sistem ekonomi islam merupakan kebebasan terhadap pemilikan harta kekayaan, nilai keseimbangan, dan nilai keadilan merupakan kebulatan nilai yang tidak dapat dipisahkan.
4)      Akhlak bidang kesehatan
Karakteristik ajaran akhlaqul karimah mewajibkan memelihara kesehatan dengan cara: mengajak dan menganjurkan orang lain untuk menjaga kebersihan dan lingkungan, merawat kesehatan dengan berolahraga, segera mengobati jika jatuh sakit, dan lain-lain.
            Karakteristik ajaran akhlaqul karimah tentang kesehatan berpedoman pada prinsip pencegahan lebih baik dari pada mengobati.
5)      Akhlak bidang politik
Politik adalah pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan, seperti, tata cara pemerintahan dan lain-lain. Karakteristik ajaran akhlaqul karimah dalam bidang politik sperti mentaati pemimpin yang benar, musyawarah dan lain-lain.
6)      Akhlak bidang sains modern
Sains modern adalah suatu sikap taat terhadap peraturan suatu bidang ilmu yang tersusun secara sistematis untuk meciptakan berbagai macam ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
            Karakteristik ajaran akhlaqul karimah mengenai sains modern sangat dibutuhkan, sebab menerapkan sains modern pada seseorang, membuat seseorang tersebut tetap berpegang teguh pada peraturan dan takkan tergoyangkan akidahnya. Sebagai ajaran yang berkenaan dengan berbagai bidang kehidupan, karakteristik ajaran akhlaqul karimah tampil sebagai sebuah disiplin ilmu, yaitu ilmu akhlaqul karimah.