Minggu, 12 Mei 2013

MENJAGA PANDANGAN, MENGHINDARKAN KEMAKSIATAN


 “Wih, dia tu badannya lurus kali. Kayak pohon itu” ledek seorang lelaki sambil menunjuk sebatang Pohon Pinang dihadapanku kemarin. Menjaga pandangan sebegitu sulitkah? Setiap melihat apa yang lewat, hati dan mulut pun ikut berbicara.
Menjaga pandangan atau yang sering kita dengar dalam bahasa Arabnya disebut Ghadul Bashar. Tentu saja sulit, bagaimana tidak, kita yang mempunyai mata ini, pastilah senang melihat benda-benda yang indah dipandang mata. Kita begitu terpesona memandangi apa saja yang diciptakan sang khaliq. Terlebih apabila dengan memandangnya mata tak ingin berpaling sedikit pun darinya.
Mata adalah amanah yang harus kita jaga dan pelihara. Kita harus cerdas menggunakannya agar tidak melenceng dari apa yang telah digariskan oleh sang khaliq. Betapa Allah telah menegaskan kita untuk menjaga amanah mata ini. Firman Allah “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: ”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An-Nur:30)
Mengapa harus menahan pandangan?
Pandangan adalah sumber kemaksiatan. Mata dapat melihat semua hal yang dapat dilihat. Dari yang boleh maupun tidak boleh dilihat.
Rasulullah bersabda dengan membawakan firman Allah dalam hadits Qudsi: “Pandangan mata adalah panah beracun dari antara panah-panah Iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya.” (HR. Al Hakim)
Nasehat Ibnu Qoyyim, beliau mengatakan : Pada umumnya memandang merupakan sumber utama terjadinya peristiwa yang menimpa manusia, karena pandangan itu melahirkan bisikan, kemudian bisikan melahirkan pemikiran. Dari pemikiran lahirlah syahwat dan dari syahwat lahirlah kehendak. Setelah itu, kehendak kehendak menjadi kuat, sehingga menjadi keinginan yang kuat. Dengan demikian keinginan yang kuat tadi pasti melahirkan perbuatan, selama tidak ada yang menghalanginya.”
Maka benarlah jika pandangan dikatakan sebagai anak panah Iblis yang beracun dan menjadi komandan bagi syahwat. Tak masalah jika yang kita pandangi adalah hal-hal yang tidak dilarang, tapi bagiamana jadinya jika yang kita pandang adalah hal-hal yang diharamkan dan akhirnya akan melahirkan bisikan-bisikan jahat di hati kita?
Manfaat Menjaga Pandangan Mata:
1.      Surga Allah
Orang yang menjaga pandangannya adalah salah satu orang yang dijamin masuk syurga.
Abu Umamah berkata,”Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berilah jaminan padaku enam perkara, maka aku jamin bagi kalian surga. Jika salah seorang kalian berkata maka janganlah berdusta, dan jika diberi amanah janganlah berkhianat, dan jika dia berjanji janganlah menyelisihinya, dan tundukkanlah pandangan kalian, cegahlah tangan-tangan kalian (dari menyakiti orang lain), dan jagalah kemaluan kalian.” (HR.Ath-Thabrani dan Ibnu ‘Adi dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)
2.      Mendekatkan hati kepada Allah
Melepaskan pandangan tanpa kontrol dapat merusak dan menjauhkan hati dari Allah, serta dapat memutuskan hubungan antara hamba dan Tuhan. Para pemerhati masalah jiwa mengemukakan bahwa antara mata dan hati ada satu celah dan jalan. Manakala mata rusak, maka hati pun rusak, dan menjadi tempat kotoran. Hati itu tak bisa lagi menjadi fasilitas untuk mengenal, mencintai, dan menuju Allah.
3.      Memberikan pakaian penuh cahaya kepada hati
Melepaskan pandangan secara bebas berarti membusanai hati dengan pakaian kegelapan. Karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan ayat an-Nur (cahaya) segera setelah memberikan perintah menjaga pandangan.
4.      Melahirkan firasat yang benar
Dengan menjaga pandangan seseorang bisa membedakan antara yang hak dan yang batil, antara yang jujur dan yang dusta. Syuja’ al-Karmaniy mengatakan, ”Siapa yang mengisi lahiriyahnya dengan mengikuti sunnah dan mengisi batinnya dengan senantiasa mawas diri, menjaga pandangan dari yang terlarang, menahan diri dari syubhat, dan makan yang halal, pasti firasatnya tidak pernah salah.” Syuja’ sendiri adalah orang yang firasatnya senantiasa benar.
            Menahan pandangan juga akan menutup jalan masuk bagi syaitan ke dalam hati manusia, karena sesungguhnya syaitan masuk melalui pandangan dan menembus hati melalui pandangan lebih cepat dari udara dan tempat yang kosong.
5.      Membuat hati berkonsentrasi dalam memikirkan hal-hal yang baik
Mengumbar pandangan, akan membuat seseorang lupa akan hal itu, karena ada pembatas antara dia dan hatinya. Jiwanya pecah dan ia jatuh ke dalam perangkap hawa nafsunya dan lalai mengingat Tuhan.
Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi pandangan liar penyebab kemaksiatan:
Salah satu ajaran mulia dalam islam adalah menundukkan pandangan. Allah memerintahkan menundukkan pandangan kepada orang-orang yang beriman dari hamba-hambanya, dan ini menunjukkan mulianya apa yang diperintahkan oleh Allah.
Seperti yang difirmankan Allah dalam surah An Nuur ayat 30. Dalam ayat ini Allah mendahulukan penyebutan menundukkan pandangan dari pada menjaga kemaluan. Kenapa? Hal ini menunjukkan pentingnya menundukkan pandangan sebagai sarana untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit yang dapat merasuk ke dalamnya. Setelah itu barulah hati dapat tumbuh dan berkembang dengan diberi makanan hati yang berupa amal keta’atan, sebagaimana badan yang juga butuh makanan agar dapat tumbuh dan berkembang.
            Dari Abu Sa’id Al-Khudri Ra, Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah kamu sekalian duduk-duduk di pinggir jalan” para sahabat berkata: “Ya Rasulullah, kami tidak dapat meninggalkan majelis untuk ngobrol disana?” Rasulullah SAW bersabda : “Apabila kamu semua merasa keberatan untuk meninggalkan majelis itu, maka kamu sekalian harus memberikan hak jalan” Mereka bertanya, “Apa hak jalan itu ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab. “Ialah memejamkan mata (tidak bermata keranjang), menahan gangguan (tidak mengganggu orang, terutama anak perempuan) menjawab salam, menganjurkan kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. (HR. Bukhari dan Muslim)
Namun, ada kalanya kita memandang yang dilarang oleh Allah secara tidak sengaja. Hal  ini tentunya tidak menjadi masalah, karena tidak ada unsur sengaja di dalamnya dan asalkan tidak berlanjut pada pandangan selanjutnya. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita mencegahnya dengan menundukkan pandangan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya:
Dari Buraidah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ali radliyallahu ‘anhu,
“Wahai Ali janganlah engkau mengikuti pandangan (pertama yang tidak sengaja) dengan pandangan (berikutnya), karena bagi engkau pandangan yang pertama dan tidak boleh bagimu pandangan yang terakhir (pandangan yang kedua)” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)
Ghadul bashar memang merupakan perintah yang gampang-gampang susah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Gampang sebenarnya jika kita benar-benar mau menerapkannya dan susah jadinya jika tidak ada keinginan kuat untuk mencobanya. Semoga kedepannya kita dapat menjaga pandangan sehingga kita terhindar dari anak panah setan pembawa kemaksiatan dan penghantar menuju jalan neraka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar